Music

Senin, 22 Agustus 2016

Kita berdua, Raffi dan Ayu

Ayu tidak tau bahwa selama ini dia masi menyimpan rasa pada Raffi. Iya sadar ketika hari ini dia datang ke pernikahan Raffi dan Rina. "Selamat menempuh hidup baru." ucap Ayu saat bersalaman dengan pengantin.

Perlahan Ayu melangkah menuju ke pojok ruangan resepsi pernikahan. Dia sepertinya belum bisa merelakan Raffi. Dia kembali teringat momen-momen masa lalu saat dia bersama dengan Raffi.

Dulu Ayu dan Raffi sering nongkrong di belakang sekolah saat SMA sambil mendengarkan MP3. Akhirnya kita merasa persahabatan pun ternoda... Haruskah kita malu mengakui adanya anugrah cinta...
Itulah sepenggal lagu kesukaan mereka berdua. "Ayu, aku nggak nyangka dulu lu gue, sekarang aku kamu. Dulu sahabat sekarang kita kekasih." kata Raffi. Raffi menggenggam tangan Ayu. Ayu malu, wajahnya memerah dia tersenyum malu. "Aku mau selamanya kita bersama..." lanjut Raffi.

Mengingat saat-saat itu air mata Ayu perlahan menetes. "Berat ternyata..." kata Ayu sambil terisak tangis. Sekarang walau pun dia sedih, dia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Raffi dan Rina.

Susah move on Ayu memutuskan untuk pergi menenangkan dirinya dengan berlibur ke Medan ke tempat temannya waktu SMA dulu Jesica. Namun tanpa diduga, Raffi juga pergi ke Medan untuk urusan bisnis dan lebih gokilnya mereka duduk bersampingan.

"Ayu...kamu ke medan juga?" sapa Raffi terlebih dahulu.
"Iya. Aku mau liburan ke tempat Jesica." balas Ayu tanpa berani menatap Raffi.
"Jesica teman SMA kita kan? Kok kebetulan banget, aku justru lagiada bisnis bareng sama dia."
"Apa?" Ayu kaget. Niatnya yang dulu untuk melupakan Raffi malah membawanya lebih dekat dengan Raffi.

Singkat cerita Ayu pun tiba di tempat Jesica dan mereka tidur sekamar. "Jes, kok kamu gak cerita kalau kamu ma Raffi ada bisnis?" Kata Ayu. "Ya, aku mau bilang sih..."kata Jesica yang belum selesai menyelesaikan ucapannya. "Kamu tau kan aku kesini buat lupain dia?" potong Ayu.

"Kalau cinta harusnya kamu jujur. Ngapain juga di sembunyikan."
"Tapi sekarang Raffi uda punya Rina. Aku gak mungkin bareng dia lagi."
"Udah kamu lupain Raffi nanti aja, mumpung di Medan yang jauh dari Jogja tepatnya jauh dari Rina,  ya kamu manfaatin lah waktu di Medan ini bersama dia."

Ayu mulai berpikir, bahwa apa yang dikatakan Jesica ada benarnya juga. Dia mulai membayangkan apa  yang akan dilakukannya bersama Raffi. "Maaf Rina, aku pinjam dulu suamimu selama di Medan." kata Ayu sambil menatap foto Raffi dan Rina di HPnya.

Esok hari Jesica bertemu dengan Raffi untuk membicarakan bisnis, dan Ayu ada disana. Setelah membahas banyak hal Jesica meninggalkan Raffi dan Ayu berdua. "Oh ya Fi, ada hal yang aku urus sebentar. Kamu temanin Ayu ya. Kamu kan ngerti Medan. Ajak deh Ayu jalan-jalan." pinta Jesica. Dan Raffi pun menyanggupi permintaan Jesica.

Jesica meninggalkan mereka berdua. "Yu, manfaatin waktu ini sebaik mungkin." pesan Jesica untuk Ayu di BBM.

"Jadi kita mau kemana?" tanya Ayu. "Kita makan dulu, setelah ini aku mau ajak kamu ke suatu tempat." jawab Raffi. Sambil menikmati makanannya Ayu sesekali memandangi Raffi dengan malu-malu. Dan tanpa disadari pandangan mereka bertemu. Mereka terdiam sejenak, dan lanjut dengan tertawa.

"Wah istana Maimun! Asyik!" sorak Ayu. "Yuk kita masuk."ajak Raffi. Mereka berkeliling Istana Maimun dan terlihat mereka sangat gembira. Sambil berkeliling Atu meminta Raffi untuk memfotonya dan sesekali mereka berselfi ria. Mereka juga berfoto bersama menggunakan pakaian adat Melayu, mereka terlihat serasi bak raja dan ratu dari kesultanan Melayu.

Tak cukup ke Istana Maimun mereka berkeliling kota Medan dengan becak. Mereka terlihat gembira, becak yang melaju dengan kecang sesekali membuat Ayu dan Raffi tertawa. "Hua... Gokil..." teriak Ayu.

Raffi sangat senang memandang wajah Ayu yang ceria. Tanpa disadari dia juga masi menyinpan rasa dengan Ayu. "Uda lama, tapi aku merasakan kembali rasa ini. Rasa cinta yang dulu pernah hilang." katanya dalam hati.

"Seru banget.....!!!" soarak Ayu dikamar bersama Jesica. "HHati-hati loh nanti kamu makin susah lupain dia." sambung Jesica. "Bodoh ah, yang penting hari ini aku bareng Raffi, bareng Raffi, bareng Raffi." kata Ayu.

Esoknya Raffi dan Ayu kembali menghabiskan waktu bersama. Seharian mereka habiskan waktu bersama dan sekarang mereka dinner. "Ayu, aku senang bisa bareng kamu akhir-akhir ini." Kata Raffi. "Dan aku, ternyata masi sayang sama kamu."

Raffi menggenggam tangan Ayu. Ayu tersipu malu, wajahnya memerah. Dia terlalu bahagia dan  bingung untuk menrkspresikannya.

"Ayu, sekarang aku sudah menikah..." perkataan Raffi tersebut membuat Ayu yang tadi senang berubah menjadi tak karuan. "aku sadar aku masi sayang kamu juga. Tapi, Rinalah istriku sekarang. Hal ini cukup kita saja yang tau. Dan saat kembali ke Jogja nanti, lupakanlah semua ini."

Ayu langsung pergi. Di rumah Jesica dia hanya menangis saja. "Uda Yu, udah. Jangan sedih ya." Jesica coba menghibur Ayu. Namun, air mata Ayu memang tak terbendung. Jesica hanya bisa memeluk erat sahabatnya itu.

Singkat cerita Ayu kembali ke Joga, begitu juga halnya dengan Raffi. Di bandara mereka berpapasan. Namun tak ada lagi sapa, tak ada lagi senyum, dan tak ada lagi rasa. Mereka tidak bertegur sapa satu sama lain. Raffi langsung menghampiri Rina dan memeluknya yang sudah datang menjemputnya. Sementara Ayu langsung menuju taxi dan pulang.

"Raffi... Thanks bnget untuk waktu yang pernah kamu bagi untukku. Aku tau, kau sekarng miliknya. Aku sadar itu "

Selesai

Sabtu, 09 Juli 2016

Imajinasi

Mungkin aku tak seindah yang kau bayangkan Sosok sempurna yang selalu ada dalam imajinasimu Tapi aku nyata dan dia tidak Aku disisimu dan dia khayalanmu Berhentilah berimajinasi Ku mohon lihatlah aku yang ada di depan mu Kala kau menangis aku menghapus air matamu Kala kau menangis dia tak bisa menghapus air mata mu Aku sedih dan begitu kacau Sulit bagiku memenangkan hatimu Takkan ada yang kan bisa memenangkan hatimu Jika kau terus berimajinasi

Imajinasi

Mungkin aku tak seindah yang kau bayangkan Sosok sempurna yang selalu ada dalam imajinasimu Tapi aku nyata dan dia tidak Aku disisimu dan dia khayalanmu Berhentilah berimajinasi Ku mohon lihatlah aku yang ada di depan mu Kala kau menangis aku menghapus air matamu Kala kau menangis dia tak bisa menghapus air mata mu Aku sedih dan begitu kacau Sulit bagiku memenangkan hatimu Takkan ada yang kan bisa memenangkan hatimu Jika kau terus berimajinasi

Imajinasi

Mungkin aku tak seindah yang kau bayangkan Sosok sempurna yang selalu ada dalam imajinasimu Tapi aku nyata dan dia tidak Aku disisimu dan dia khayalanmu Berhentilah berimajinasi Ku mohon lihatlah aku yang ada di depan mu Kala kau menangis aku menghapus air matamu Kala kau menangis dia tak bisa menghapus air mata mu Aku sedih dan begitu kacau Sulit bagiku memenangkan hatimu Takkan ada yang kan bisa memenangkan hatimu Jika kau terus berimajinasi

Senin, 09 November 2015

Comeback

Dulu aku pernah memasukkan password yang ku gunakan sekarang berkali-kali namun tidak bisa, sehingga aku telah lama vakum.

Dan sekarang aku akan kembali.

Sekarang aku akan mulai menulis kembali, apa yang ada dalam pikiranku.

Tulislahhh.......................

Selasa, 23 Oktober 2012

Lapar Mata


          Kenapa ya bayangan akan gadget-gadget selalu mengganggu ketenangan hidup gue. Gue gag tau kenapa gue itu mudah terjerumus untuk membeli sebuah gadget. Udah beli, ehhhhh gag lama lagi di jual. Suer gue aja bingung kenapa gue bisa gitu.
          Meski pun susah buat gue praktekin, tapi intinya biar kita gag gampang jual beli barang biar gag ketinggalan jaman, syukuri aja apa yang ada. Syukuri kalau gadget atau barang kita itu adalah gadget yang paling baik.
          Semoga aja suatu saat nanti keterikatan ini terlepas dari gue. Huh sebagai anak kos, gara-gara kebiasaan yang satu ini, gue sering menderita di akhir bulan. Aduhai (karena alamak dah keseringan) semoga semoga semoga (ala upin ipin mesti gag jaman lagi) gue bisa nanbung sejuta juta. Hohoho (ala santacaluse(bingung nulisnya)).

Kamis, 30 Agustus 2012

Kau yang dulu kenal
Kini telah berubah
Kau yang dulu menyinari hatiku
Sekarang tak terang lagi

Bagimu yang lalu telah berlalu
Namun, bagiku yang lalu adalah kenangan
Yang selalu tersimpan di memoriku
Dulu, sekarang dan nanti

Cerita kita dulu
Kan kuceritakan pada anak-anak ku nanti
walau bukan dirimu
Yang menjadi pendampingku

SESUATU DI COTTAGE #4 (FINAL) - HILANG

Tak berdaya Tata hanya bisa pasrah. Dia tidak tau akan dibawa kemana. Tangisnya pecah hingga suara tangisnya pun tak bisa terdengar lagi. Ai...